Tuesday, May 22, 2007

Diskusi yuk – 1 !!!

Andy bertanya :
Kalo menurut gue yang penting adalah mood. Itu yang gue rasain selama ini, kadang banyak banget hal yang pengen kita tuangin dalem tulisan, tapi gak selalu lancar untuk dimuntahin ke dalam tulisan karena mood blom ada.Sharing dong gimana caranya membiasakan diri untuk tereak dan numpahin isi otak ke dalem tulisan, saat mood lagi enak ataupun enggak.

Syafrina menjawab :

Hmm, OOT dulu, format seperti ini membuatku tertawa sendiri dan teringat dengan mentor, temen kerja sekaligus temen curhatku. Setiap kali aku butuh dia, sebelum cerita pasti aku ngomong: “Mbak, aku mau nanya lho ya!” Dan dia akan membalas: “…Iya, dan aku akan menjawabnya…..!” Hehehe…..

Andy, kebiasaan kita hampir mirip kok. Aku juga masih selalu bergantung pada mood. Tapi aku juga gak mau bergantung selamanya pada mood. Nah, apa yang kulakukan? Aku menciptakan mood itu! Banyak cara, tergantung observasi dan eksplorasimu terhadap diri dan kebiasaanmu sendiri. Karena aku cenderung moody, suka bosenan, mudah jenuh, walah…seabreg kondisi emosional yang naek turun….heheheh….aku mesti pinter-pinter cari cara yang sederhana untuk membangun mood itu. Saat jenuh ngetik sambil duduk di kursi, aku pindahkan laptop ke meja yang lebih rendah dan duduk di lantai. Konsekuensinya? Setelah ngetik seminggu penuh, mesti panggil tukang pijit karena masuk angin dan ambil bantalan kursi untuk alas duduk di lantai. Hehehe. Kalo ngetik, aku selalu harus ditemani minuman, meski hanya segelas besar cappuccino dingin. Minuman favorit selalu membuatku nyaman dan pikiran bisa melayang-layang. So, temukan moodmu. Ciptakan kondisi senyaman mungkin buatmu. Tapi santai saja jika sesekali usahamu gagal. Jika akhirnya segelas es teh manis sudah habis, dan sebaris kata pun belum muncul di kepala, terima saja. Lain waktu dicoba lagi.

Membiasakan diri untuk teriak dan menumpahkan isi otak ke tulisan? Hm, menurutku itu dua hal yang berbeda. Saat kita dikuasai emosi negative (marah, benci, kesal etc) dan berteriak, isinya cenderung tidak rasional. Untuk melampiaskannya, kamu bisa tulis apa saja, coret-coret, ato cukup hanya berteriak dan nyanyi kuat-kuat. Sesederhana itu. Tapi, untuk menjadikannya dalam bentuk tulisan, kamu perlu akal sehatmu kembali. Pikiran yang jernih dan emosi yang stabil. Ambil lesson learnt dari kejadian emosional tadi yang ingin dibagi lewat tulisan, dan mulailah menulis!

Cheers,

5 Comments:

  • At 11:02 AM, Anonymous Andy said…

    hmmmm...... interesting.
    Sebenernya "tereak" yang gue maksud disini adalah numpahin suara2 kita ke dalem tulisan. Emang sihh konotasi kata "tereak" itu selalu yang berbau emosional dan kemarahan. Tapi it's okay, cuma mis-understanding :-)

    Gue juga orangnya moody banget, dan punya emosi yang fluktuatif. Tapi bener kata loe Syafrina.... mungkin kemampuan untuk menciptakan mood itu yang gue blom punya. Karena kecenderungan normal kita adalah bertindak sesuai mood. Nahh kalo logika nya dibalik : kita menciptakan mood sesuai keinginan kita supaya kita bisa bertindak dan punya emosi sesuai keinginan kita. Hehehehe..... bisa gak sih dibiang gitu ?

     
  • At 3:16 PM, Blogger Chandra Marsono™ said…

    Kadangkala emosi itu materi tulisan yang terbaik. Ekspresi dan Jiwanya lebih terasa, maybe that's why banyak penyanyi yang menuliskan pengalaman susahnya lagunya pasti bagus. We live in a society of mad men, where despair and depression sells.

     
  • At 10:20 PM, Anonymous Anonymous said…

    ummm...kata 'orang pintar' nih, menulis adalah langkah awal menuju kecerdasan, artinya dengan menulis, efek psikologi kita akan terbentuk cerdas, bisa menguasai apa yg bisa dibilang mood...

    mungkin itulah yg kita katakan "aku harus menciptakan mood sesuai keinginanku"

    bs dicontohkan, gimana mood 'wanita' jika PMS, akan bisa dikuasai jika saja kita menemukan formula cerdas itu...

    ngelantur deh...

    -rien-
    http://rhandry.blogspot.com

     
  • At 3:18 PM, Blogger Ardian said…

    Emang, nulis emang tergantung dari mood kita. Contohnya liat aja blogku disana aq nulis artikel tentang pengalamanku saat bolos. Itu aq nulis juga karena sedang mood aja, klo ga mood ya...males.

     
  • At 6:46 AM, Blogger just Endang said…

    ada benernya juga omongan nana. kalo lg pengen teriak, trus ditulis di blog, kia ngasih "sampah" aja ke pembaca meski katanya itu cuma ruang kita "muntah" dan gak harus dibaca. Tp perlu waktu uk pikiransehat balik, ambil pelajarannya dan tuliskan. Bakal jadi pelajaran jg buat semua dan kita sendiri kalo satu saat kembali mengalami hal yg sama. Emosi bagus, tp perlu ditata dulu kali yaa...

     

Post a Comment

<< Home

     
 

Syafrina @ blogdrive.com

buzz me

Lomba Blogfam HUT Kemerdekaan RI ke 61
Jumpa Penulis Blogfam
BlogFam Community Powered by Blogger
››  Grasindo
››  Gramedia
››  metropop
 
 
›› May 2005
›› October 2005
›› November 2005
›› December 2005
›› January 2006
›› February 2006
›› March 2006
›› April 2006
›› May 2006
›› June 2006
›› July 2006
›› August 2006
›› September 2006
›› October 2006
›› November 2006
›› December 2006
›› March 2007
›› April 2007
›› May 2007
›› June 2007
›› July 2007
›› August 2007
›› September 2007
›› October 2007
›› December 2007

 
››  dv
››  jaf
››  ryu
››  yuli
››  veli
››  eka
››  chia
››  mya
››  dian
››  nien
››  iwok
››  iwan
››  yaya
››  linda
››  sisca
››  khun
››  dinot
››  dhira
››  zawa
››  nunik
››  jamal
››  anina
››  renny
››  ryane
››  widya
››  pritha
››  apollo
››  ruslee
››  tika82
››  donna
››  hanan
››  tata03
››  samuel
››  rexanis
››  beverly
››  dahliana
››  deetopia
››  lorddhika
››  kanghadi
››  rainraven
››  ali asnawi
››  mariskova
››  jhon_lanon
››  oesoep835


segera terbit



 
 
tampilan dipermak oleh oesoep835